Dari Lamongan untuk Industri Musik Indonesia, Pesan Senja Perkenalkan “Dare My Self”
Lamongan, Inklusinews.com – Kabar menggembirakan datang dari dunia musik lokal Kabupaten Lamongan. Musisi asli Kecamatan Babat menghadirkan karya musik melalui grup acoustic indie Pesan Senja, yang mengusung konsep musik sederhana dengan pesan-pesan positif untuk membangkitkan semangat baru.
Grup acoustic indie asal Lamongan ini digawangi oleh Citra Dinda sebagai vokalis dan Yockie pada gitar. Keduanya menuangkan kreativitas melalui karya yang dekat dengan kehidupan, perasaan, serta refleksi perjalanan manusia.
Pesan Senja resmi berdiri pada Sabtu, 27 Juni 2026, di Bumbara Cafe, Babat, Lamongan, Jawa Timur. Kehadiran grup duo acoustic ini berawal dari pertemuan Yockie, seorang gitaris yang telah memiliki banyak karya, dengan Dede, seorang bassist yang kebetulan memiliki adik seorang vokalis.
Dede kemudian memiliki keyakinan bahwa karya-karya yang diciptakan Yockie akan terdengar cocok apabila dinyanyikan oleh adiknya, Citra Dinda. Dari pertemuan dan gagasan tersebut, kemudian muncul kolaborasi yang menjadi awal terbentuknya Pesan Senja.
“Pesan Senja lahir dari keinginan untuk menghadirkan karya musik dengan nuansa sederhana, tetapi tetap memiliki pesan yang kuat. Musik tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk menyampaikan cerita dan membangkitkan semangat bagi siapa saja yang mendengarkannya,” ujar Yockie, Selasa malam (11/8/2026).

Menurutnya, perjalanan Pesan Senja tidak semata-mata mengejar popularitas, tetapi lebih pada keinginan untuk menuangkan karya yang memiliki makna. Nuansa acoustic dipilih karena dianggap mampu menyampaikan cerita secara lebih sederhana, dekat dan personal kepada pendengar.
Melalui konsep tersebut, Pesan Senja membawa filosofi yang cukup dalam.
“Seredup apapun cahaya, kita masih punya kesempatan untuk menjadi manusia yang lebih baik dan berharga – masih dengan senja.”
Filosofi tersebut menjadi semangat utama dalam perjalanan bermusik mereka. Senja dipilih sebagai simbol bahwa setiap perjalanan memiliki akhir sekaligus kesempatan untuk memulai kembali. Di tengah keterbatasan dan kesulitan, selalu ada peluang bagi seseorang untuk bangkit dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Dalam perjalanan berkaryanya, Pesan Senja menyiapkan album bertajuk “Masih Dengan Senja”. Album ini menjadi wadah untuk menuangkan berbagai cerita, pengalaman dan pesan melalui musik acoustic indie yang sederhana dan personal.
Sebagai langkah awal memperkenalkan album tersebut, Pesan Senja menghadirkan single perdana berjudul “Dare My Self”.
“Lagu tersebut akan diperkenalkan dalam sebuah acara pre-rilis single “Dare My Self” yang digelar pada Rabu, 12 Agustus 2026, mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB, bertempat di Zam Zam Coffee Lamongan,” tambah Yockie.
Lebih lanjut, Yockie mengatakan, acara tersebut dikemas sebagai malam untuk merayakan keberanian, cerita, dan karya yang lahir dari hati.
“Acara tersebut akan diisi dengan live performance, sharing inspiratif, fotbar, serta berbagai kegiatan yang mengajak pengunjung menikmati suasana senja dalam balutan musik,” jelasnya.
Melalui “Dare My Self”, Pesan Senja berharap dapat memperkenalkan identitas musik mereka sekaligus membuka perjalanan menuju album “Masih Dengan Senja”.
Kehadiran Pesan Senja menjadi salah satu warna baru dalam geliat musik indie Lamongan. Berangkat dari Babat, Citra Dinda dan Yockie membuktikan bahwa sebuah karya tidak harus lahir dari panggung besar. Dari kesederhanaan, cerita dan keberanian untuk berkarya, sebuah pesan dapat menemukan jalannya menuju pendengar.
Bagi Pesan Senja, musik adalah tentang keberanian untuk bercerita dan memberikan energi positif. “Masih Dengan Senja” pada akhirnya bukan sekadar nama album, melainkan sebuah pesan bahwa seberapapun redup cahaya yang kita miliki, selalu ada kesempatan untuk kembali melangkah, memperbaiki diri dan menjadi manusia yang lebih baik.
“Masih dengan senja, selalu ada kesempatan untuk menjadi lebih baik dan lebih berharga,” pungkasnya. (Red)


