Kenalkan Teknologi AI kepada Pelajar, Polres Lamongan Tekankan Pentingnya Etika dan Keamanan Digital
Lamongan, Inklusinews.com — SMAN 1 Lamongan dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan Pemberian Edukasi Paham Artificial Intelligence (AI) sebagai tindak lanjut program Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang bekerja sama dengan Kepolisian Resor Lamongan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMAN 1 Lamongan pada pekan ini tersebut diikuti puluhan peserta didik. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi digital sekaligus membekali generasi muda agar mampu memahami dan memanfaatkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan secara bijak.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori. Para siswa juga mengikuti sesi praktik dengan mencoba berbagai aplikasi berbasis AI yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran.
Peserta diberikan pemahaman mengenai cara memanfaatkan AI sebagai sarana pendukung pendidikan, mulai dari membantu mencari dan mengolah informasi hingga menunjang proses belajar secara lebih efektif. Di sisi lain, mereka juga diberikan wawasan mengenai pentingnya etika dalam penggunaan teknologi.
Aspek keamanan digital turut menjadi perhatian. Para peserta dibekali pemahaman mengenai potensi risiko dan ancaman yang dapat muncul akibat penggunaan AI secara tidak bertanggung jawab, termasuk pentingnya menjaga data pribadi, memverifikasi informasi, serta tidak menggunakan teknologi untuk aktivitas yang merugikan orang lain.
Kapolres Lamongan melalui Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, S.Pd., mengatakan edukasi tersebut merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
“Kami melihat pentingnya memberikan pemahaman sejak dini kepada generasi muda tentang penggunaan teknologi yang aman dan bertanggung jawab. AI adalah alat yang sangat powerful, dan kami ingin memastikan generasi muda menggunakannya untuk hal-hal positif, bukan sebaliknya,” jelasnya.

Menurutnya, perkembangan AI perlu diimbangi dengan pengetahuan dan sikap kritis dari para penggunanya. Generasi muda tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga harus memahami konsekuensi serta tanggung jawab di balik penggunaannya.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan semakin siap menghadapi tantangan era digital dan perkembangan dunia kerja di masa mendatang. Pemanfaatan AI diharapkan dapat diarahkan untuk meningkatkan kreativitas, produktivitas, dan kualitas pembelajaran, tanpa mengesampingkan etika maupun keamanan digital.
Kegiatan edukasi ini sekaligus menjadi momentum untuk mendorong lingkungan pendidikan di Kabupaten Lamongan agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan yang kini berkembang sangat cepat.
Dengan pemahaman yang tepat, AI diharapkan tidak hanya menjadi teknologi yang digunakan oleh peserta didik, tetapi juga menjadi alat yang mampu mendukung proses belajar secara positif, kreatif, aman, dan bertanggung jawab. (Red)


