Pembukaan KKN UNISLA Pererat Sinergi TNI dan Masyarakat Desa Turi
Lamongan, Inklusinews.com – Sinergi apik antara TNI, civitas akademika, dan jajaran pemerintah desa kembali tersaji di Kabupaten Lamongan. Babinsa Koramil 0812/03 Turi, Sertu Ahmad Muktadin, menghadiri upacara pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 5 Universitas Islam Lamongan (UNISLA) tahun 2026 yang digelar di Balai Desa Turi, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Jumat, (17/07/2026).
​Mengusung misi besar pemberdayaan masyarakat dan mitigasi lingkungan, acara yang diinisiasi oleh Kepala Desa Turi, Abdul Rochman, selaku penanggung jawab kegiatan ini berlangsung khidmat dengan dihadiri sekitar 35 tokoh penting dan perwakilan masyarakat setempat.
​Kehadiran Babinsa di tengah-tengah mahasiswa dan warga menjadi bukti konkret komitmen TNI AD dalam mengawal serta mendukung setiap program pembangunan yang berbasis kemasyarakatan.
​Dalam sesi sambutan, Ketua Koordinator KKN UNISLA, Askahaf Alghori, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat warga Turi. Hal senada juga disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Ike Susanti, M.M., yang menekankan pentingnya aplikasi ilmu bangku kuliah ke dunia nyata.
​Sementara itu, Kepala Desa Turi, Abdul Rochman, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar agar kehadiran para mahasiswa mampu membawa angin segar bagi perubahan positif di Desa Turi.
​Pada KKN tahun 2026 ini, Kelompok 5 UNISLA membawa misi strategis yang menyasar langsung problem krusial di Desa Turi melalui dua program kerja utama: ​Pembuatan 1.000 Sumur Biopori: Langkah taktis ekologis untuk mengatasi masalah genangan air dan banjir yang kerap melanda beberapa titik di Desa Turi saat musim penghujan.
​Sebuah terobosan digitalisasi untuk melambungkan potensi produk-produk lokal unggulan desa agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
​Puncak acara diisi dengan ceramah ilmiah dan motivasi yang disampaikan oleh Doktor Nadir, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Turi. Beliau mengupas tuntas pentingnya memadukan wawasan ilmu pengetahuan modern dengan kearifan lokal (local wisdom) yang ada di Desa Turi.
​”Kehadiran mahasiswa KKN harus menjadi pemantik. Kita harus bersama-sama menumbuhkan hasil UMKM Desa Turi agar lebih unggul, mandiri, dan berdaya saing tinggi,” ujar Dr. Nadir dalam orasinya.

​Beliau juga menantang warga dan mahasiswa untuk menindaklanjuti program lingkungan dengan menyelenggarakan Lomba Kebersihan Lingkungan setelah 1.000 sumur biopori berhasil terpasang.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga konsistensi warga dalam memelihara kebersihan lingkungan pasca-KKN berakhir.
​Di sela-sela acara, Babinsa Desa Turi, Sertu Ahmad Muktadin, menyatakan kesiapan penuh koramil untuk mengawal jalannya program fisik di lapangan.
​”Kami siap bersinergi, bahu-membahu bersama adik-adik mahasiswa dan warga dalam pembuatan sumur biopori nanti. Ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat serta akademisi demi kesejahteraan masyarakat Desa Turi,” tegas Sertu Ahmad Muktadin. (Pendim0812)


