BerandaDaerahPrestasi di Atas Kertas, Fakta di Lapangan Jadi Pertanyaan.

Prestasi di Atas Kertas, Fakta di Lapangan Jadi Pertanyaan.

Prestasi di Atas Kertas, Fakta di Lapangan Jadi Pertanyaan.

Lamongan, Inklusinews.com – Sebuah kajian kebijakan terbaru mengungkap adanya kesenjangan antara capaian formal pemerintah daerah dengan kondisi nyata yang dirasakan masyarakat di Kabupaten Lamongan. Dokumen bertajuk Kertas Kebijakan Lamongan oleh Prakarsa Jawa Timur tersebut menyoroti bahwa berbagai penghargaan dan indikator makro belum sepenuhnya mencerminkan kualitas pelayanan publik di lapangan.

Dr. Madekhan Ali sebagai koordinator Prakarsa Jawa Timur, dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa Lamongan memang menunjukkan sejumlah indikator positif, baik dalam aspek pertumbuhan ekonomi, tata kelola pemerintahan, hingga raihan penghargaan tingkat regional maupun nasional. Namun, di balik capaian tersebut, masih ditemukan persoalan mendasar yang belum terselesaikan secara optimal. Prestasi Pemkab Lamongan Dinilai Belum Sejalan dengan Realita.

“Beberapa isu strategis yang diangkat antara lain menyangkut ketimpangan pembangunan antar wilayah, kualitas infrastruktur dasar, serta akses masyarakat terhadap layanan publik yang belum merata. Kajian ini menilai bahwa pembangunan masih cenderung terpusat dan belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan riil masyarakat di tingkat bawah,” terang Dr. Madekhan Ali. Sabtu, 2 Mei 2026.

Keterangan: Prestasi di Atas Kertas, Fakta di Lapangan Jadi Pertanyaan.

Selain itu, sektor pelayanan publik juga menjadi sorotan. Meskipun secara administratif dinilai memenuhi standar, dalam praktiknya masih ditemukan keluhan masyarakat terkait efektivitas, transparansi, dan kecepatan layanan. Hal ini menunjukkan adanya gap antara sistem yang dirancang dengan implementasi di lapangan.

Kertas kebijakan tersebut juga menekankan pentingnya pendekatan pembangunan yang lebih partisipatif dan berbasis data faktual. Pemerintah daerah didorong untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian indikator dan penghargaan, tetapi juga memastikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari penghargaan atau angka statistik semata, tetapi dari sejauh mana masyarakat merasakan perubahan yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Dr. Madekhan Ali, demikian salah satu poin penting dalam kajian tersebut.

Sebagai rekomendasi, dokumen ini mendorong penguatan evaluasi kebijakan secara berkala, peningkatan transparansi, serta optimalisasi peran masyarakat dalam proses perencanaan dan pengawasan pembangunan.

Dengan adanya kajian ini, diharapkan pemerintah Kabupaten Lamongan dapat melakukan refleksi mendalam dan menjadikannya sebagai bahan perbaikan ke depan, agar pembangunan yang dilakukan tidak hanya terlihat baik secara administratif, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. (Red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Berita Popular