Paparan Postur APBD 2026, Defisit Dianggarkan Rp.75,29 Miliar.
Lamongan,Inklusinews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan memaparkan rancangan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam forum konsultasi publik yang digelar di Lamongan, Kamis (23/4/2026). Paparan tersebut disampaikan kepada Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lamongan kepada para pemangku kepentingan.
Berdasarkan paparan, pendapatan daerah tahun 2026 diproyeksikan sebesar Rp.3.078.402.106.900,00. Rinciannya terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp.1.153.696.224.500,00 dan pendapatan transfer Rp.1.924.705.882.400,00.
Sementara itu, belanja daerah direncanakan sebesar Rp.3.153.696.224.500,00 yang terdiri atas belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer.
Dengan demikian, APBD 2026 diproyeksikan mengalami defisit sebesar Rp.75.294.117.600,00. Defisit tersebut akan ditutup melalui pembiayaan netto yang bersumber dari penerimaan pembiayaan Rp.115.000.000.000,00 dan pengeluaran pembiayaan Rp.39.705.882.400,00, sehingga pembiayaan netto ditetapkan positif Rp.115.000.000.000,00.
Dalam proyeksi gambar menjelaskan, tema pembangunan tahun 2026 adalah “Penguatan Fondasi Transformasi dan Peningkatan Daya Saing Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan”. Tema ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang menekankan pada penguatan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan reformasi birokrasi.
“Dengan postur tersebut, diharapkan dapat menjaga Lamongan terus tumbuh ekonomis, merata pembangunannya, dan harmonis warganya, yang dirasakan dalam melalui langkah kerja nyata,” terang konsultan.
Dalam paparan juga ditampilkan sejumlah indikator makro daerah, antara lain pertumbuhan ekonomi 4,95 persen, persentase penduduk miskin 11,87 persen, dan gini rasio 0,277. (Red)


